Penyebab dan Cara Mengatasi Cucak Ijo Macet Bunyi

Cucak hijau merupakan type burung kicauan yang mudah berkicau. Akan namun di dalam pemeliharaannya kamu wajib merawatnya bersama dengan sebaik mungkin. Sebab seumpama burung cucak ijo yang kamu pelihara tidak dipelihara bersama dengan baik, maka sanggup jadi burung cucak ijo yang telah gacor tersebut sanggup jadi macet bunyi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Cucak Ijo Macet Bunyi

Cucak hijau ternyata punya sifat yangtidak menentu. Emosinya sering naik dan terhitung turun, dan ringan terkena rangsangan yang membuatnya over birahi . Setiap keadaannya kamu sebaiknya mengetahuinya.

Penyebab Cucak Ijo Macet Bunyi

Pada selagi burung cucak hijau mendadak jadi pendiam dan mendadak macet berbunyi, banyak segi penyebabnya. Maka di tiap-tiap kondisi kamu wajib sadar dan mengamatinya. Nah, tersebut ini penyebab cucak ijo macet bunyi yang wajib kamu tau.

Burung Sedang Mabung

Penyebab cucak ijo macet bunyi yakni mabung. Masa mabung pada cucak hijau lebih singkat kecuali dibandingkan masa mabung yang dialami type burung kicauan yang lainnya.

Pada umumnya hanya nyulam atau pindah bulu bersama dengan bergantian. Ketika sistem nyulam ini, burung akan memakai beberapa besar energinya untuk merontokkan bulu–bulu lama. Kemudian akan menumbuhkan bulu baru pada selagi yang memadai singkat.

Oleh sebab itu, cucak hijau jadi jarang berkicau pada selagi memasuki masa nyulam. Ketika adalam kondisi layaknya ini, selain pakan yang biasa burung wajib tetap mendapatkan asupan multivitamin berasal dari luar. Baca Juga : 6 manfaat utama kerodong untuk burung kicauan

Burung Mengalami Infeksi Pernafasan

Infeksi pernafasan yang berlangsung pada burung kicauan, terhitung cucak hijau, punya banyak variasi jenis. Akan namun yang paling sering berlangsung yakni ada problem serak, apalagi kadangkala terhitung dibarengi bersama dengan ngorok.

Dan kadangkala terhitung disebabkan infeksi tungau kantung hawa (air sac mites). Cucak hijau yang mengalami serak sanggup kamu amati berasal dari volume suaranya yang tiba-tiba sanggup jadi parau.

Frekuensi berkicaunya pun terhitung akan mengalami penurunan. Dengan demikian burung jadi jarang berkicau, hingga akhirnya berlangsung macet bunyi.

Berbeda bersama dengan infeksi tungau kantung udara, yang mana burung sanggup menampakkan tanda-tanda klinis ringan dan berat. Di di dalam kasus yang ringan, tanda-tanda klinis sanggup diamati berasal dari tanda-tanda layaknya tersebut ini:

-Burung akan jadi malas bunyi, dan lama-lama sanggup jadi macet bunyi
-Bulu terlihat kusam dan juga terlihat acak-acakan.
-Burung tersebut sering menggaruk-garuk tubuhnya, apalagi mencabuti bulunya.
-Burung jadi tidak cukup aktif dan terlihat lesu.

Apabila tidak langsung ditangani, cucak hijau akan menampakkan tanda-tanda klinis yang lebih berat, misalnya:

-Burung sering bersin dan batuk.
-Hidung basah.
-Sesak nafas, paruh sering terbuka.
-Nafas serak atau ngorok.
-Ekor sering naik-turun.
-Burung jadi makin tambah lesu.
-Bobot badan menurun.

Sebaiknya, pada selagi masih memperlihatkan tanda-tanda klinis ringan, sebaiknya langsung diatasi.
Burung mengalami problem pencernaan

Gangguan pencernaan terhitung jadi salah satu penyebab cucak ijo macet bunyi. Khususnya pada selagi burung mengkonsumsi pakan yang tidak cocok.
Cucak Ijo Gangguan Pencernaan

Begitu terhitung pada selagi cucak hijau amat banyak diberikan pakan buah-buahan yang amat banyak kandungan airnya maupun buah yang telah tidak fresh atau terkena pestsida.
Burung Yang Kegemukan

Kegemukan terhitung terhitung salah satu penyebab mengapa burung cucak hijau tersebut jarang berbunyi atau malah tidak senang bunyi mirip sekali. Burung yang mengalami kelebihan berat badan kebanyakan menggunakan banyak waktunya untuk malas-malasan.

Bahkan lebih banyak tidurnya daripada beraktivitas. Dengan demikian, kesibukan burung sanggup jadi terhalang sebab daya yang dimilikinya amat sedikit kecuali dibandingkan jumlah lemak di dalam tubuhnya.